Parepare, 8 September 2025 — Upaya pelestarian sejarah pendudukan Jepang pada era Perang Dunia II di Sulawesi Selatan kini hadir melalui sebuah galeri museum mini swadaya. Museum ini lahir dari inisiatif riset mandiri sejak tahun 2016 yang berfokus pada pengumpulan data, observasi, dan penelusuran jejak peninggalan tentara Jepang di berbagai lokasi bekas kamp dan pangkalan militer.
Dari perjalanan panjang tersebut, berhasil dihimpun sejumlah relik bersejarah yang menjadi saksi bisu masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945. Minimnya data dan dokumentasi tentang periode singkat namun penting dalam sejarah Sulawesi Selatan inilah yang mendorong lahirnya gagasan mendirikan museum mini swadaya.
“Tujuan kami bukan hanya menyelamatkan benda-benda sejarah dari ancaman kepunahan, tetapi juga menghadirkannya kembali sebagai media pembelajaran bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ungkap pengelola museum.
Saat ini, galeri museum mini tersebut terus berbenah dan menambah koleksi untuk memperkaya wawasan pengunjung. Relik-relik yang nyaris musnah ditelan waktu kini ditampilkan kembali, bukan hanya sebagai pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai destinasi edukasi bagi pelajar, peneliti, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah pendudukan Jepang di Sulawesi Selatan.
Dengan keberadaan galeri ini, diharapkan sejarah yang hampir terlupakan dapat kembali dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.