Inovasi Mahasiswa KKN UMPAR: Limbah Cangkang Telur Diolah Jadi Tepung Bernilai Gizi Tinggi
Parepare, 7 September 2025 – Cangkang telur yang selama ini kerap dianggap limbah rumah tangga maupun industri, kini dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) angkatan XXVII, mahasiswa berhasil mengembangkan tepung cangkang telur sebagai bahan tambahan pangan yang ramah lingkungan sekaligus kaya manfaat kesehatan.
Telur merupakan salah satu bahan pangan hewani dengan kandungan protein dan kalsium tinggi. Namun, tingginya tingkat konsumsi telur di masyarakat juga menghasilkan limbah cangkang yang melimpah. Jika tidak dikelola, limbah tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan akibat aktivitas mikroba.
Kondisi ini semakin nyata terlihat di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, yang dikenal memiliki banyak penjual ayam petelur. Melimpahnya perdagangan telur di wilayah ini berdampak pada ketersediaan cangkang telur yang sering kali berakhir sebagai sampah. Melalui kreativitas mahasiswa KKN UMPAR, limbah tersebut diubah menjadi produk bernilai guna.
“Kami telah melakukan penelitian pembuatan tepung dari limbah cangkang telur. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan,” ungkap salah seorang mahasiswa KKN UMPAR XXVII.
Kaya Nutrisi dan Mudah Diserap Tubuh
Penelitian menunjukkan cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3) sekitar 90,9% serta berbagai mineral penting lainnya, seperti magnesium, fosfor, dan kalium. Tingkat bioavailabilitas kalsium dari cangkang telur mencapai 93,80%, sehingga mudah diserap tubuh. Bahkan, kandungan kalsium cangkang telur lebih tinggi dibandingkan tulang ikan, yakni 401 mg/g.
Kalsium sendiri berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah, mendukung kontraksi otot, hingga menjaga kestabilan detak jantung. Oleh karena itu, tepung cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai suplemen kalsium alami yang terjangkau bagi masyarakat.
Aplikasi pada Produk Pangan
Pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai bahan tambahan pangan telah dilakukan pada berbagai produk, mulai dari kerupuk, bolu, bakso, hingga nugget. Dalam uji coba yang dilakukan mahasiswa KKN UMPAR XXVII, penambahan tepung ini pada adonan bakso nugget memberikan dua manfaat utama:
- Menjaga kekenyalan dan tekstur adonan agar tidak mudah hancur.
- Meningkatkan kandungan kalsium sehingga produk lebih bergizi.
“Dalam percobaan kami, bakso nugget dengan tambahan tepung cangkang telur sebanyak 2% hingga 6% terbukti memiliki tekstur lebih baik dan kandungan kalsium lebih tinggi,” tambah perwakilan mahasiswa KKN.
Proses Produksi Terstandar
Untuk menghasilkan tepung berkualitas, mahasiswa menerapkan proses produksi yang higienis dan terukur. Tahapannya meliputi pencucian cangkang, perebusan pada suhu 115 °C selama 10–15 menit, pengeringan menggunakan oven pada suhu 80 °C, hingga penggilingan halus dengan ayakan 80 mesh. Proses ini menghasilkan tepung putih halus yang siap digunakan sebagai bahan tambahan pangan.
Mendukung Prinsip Zero Waste
Selain meningkatkan nilai gizi produk pangan, inovasi ini juga mendukung prinsip zero waste. Pemanfaatan cangkang telur sebagai bahan baku bernilai jual membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di masyarakat.
Kesimpulan
Inovasi tepung cangkang telur yang digagas mahasiswa KKN UMPAR XXVII di Parepare menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk fungsional bernilai tinggi. Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah di Kelurahan Lompoe, inovasi ini tidak hanya mendukung pola hidup sehat, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.